Minggu, 01 Oktober 2017

TAFSIR TARBAWIY TENTANG 'MAKNA KEBERADAAN ALAM DUNIA'



MAKALAH
TAFSIR TARBAWIY
“MAKNA KEBERADAAN ALAM DUNIA”
Dosen Pengampu : DRS. H. Muh. Idris, M.Pd.I



Oleh
Kelompok V
Nama
NIM
M. Rafli Ardiansyah
160103080
Kamila Ismi
160103065
Kelas 2C Tadris Matematika
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MATARAM (IAIN).
Tahun Akademik 2017/2018



KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan hidayah-Nya kita bisa menyelesai makalah ini, karena tanpat rahmat ataupun hidayah dari-Nya kita tidak akan mampu menyelesai makalah ini. Kemudian shalawat serta salam kita curahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Demikian pula kita curahkan juga salam kepada keluarganya, para shahabat, para tabi’in dan para pngikutnya sampai hari kiamat terutama yang meriwayatkan dan mengajarkan sunnah-Nya.
 Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Tafsir Tarbawiy.z Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi kita semua. Penulis membuat makalah ini dari kumpulan buku.









Mataram, 11 maret 2017

Penulis



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI 
BAB I : PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah 
B.    Rumusan Masalah 
C.    Tujuan
BAB II : PEMBAHASAN
A.    Tafsir Surah Al-A’raaf Ayat 54
B.    Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 29
BAB III : PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

Al-Qur’an merupakan sumber segala ilmu. Al-Qur’an menyebutkan tentang kejadian alam semesta dan berbagai proses kealaman lainnya, tentang penciptaan manusia, termasuk manusia yang didorong hasrat ingin tahunya dan dipacu akalnya untuk menyelidiki segala apa yang ada disekitarnya seperti keingintahuan tentang rahasia alam semesta.
Alam semesta merupakan sebuah bukti kebesaran Tuhan, karena penciptaan alan semesta dari ketiadaan memerlukan adanya Sang Pencipta Yang Maha Kuasa. Tuhan telah menciptakan alam semesta ini dengan segala isinya untuk manusia dan telah menyatakan tentang penciptaan alam semesta dalam ayat-ayat Nya. Meskipun demikian al-Qur’an bukan buku kosmlogi atau biologi, sebab ia hanya menyatakan bagian-bagian yang sangat penting saja dari ilmu-ilmu yang dimaksud.
Keinginantahuan manusia tentang alam semesta tidak hanya membaca al-Qur’an saja, akan tetapi juga melakukan perintah Tuhan. Sehingga ia dapat menemukan kebenaran yang dapat dipergunakan dalam pemahaman serta penafsiran al-Qur’an, berdasarkan surat Yunus ayat101. Oleh karena itu tidak dapat diragukan lagi bahwa penciptaan alam semesta bukanlah produk dari hasil pemikiran manusia, akan tetapi
produk dari hasil Tuhan.

B.     Rumusan Masalah

Apakah dalam Al-Qur’an ada firman Allah mengenai keberadaan dunia?

C.     Tujuan 

1.      Untuk mengetahui bagaimana tafsirnya surah Al-A’raaf, khususnya ayat yang 54.
2.      Untuk mengetahu tafsir surah Al-Baqarah, khususnya ayat 29.






BAB II
PEMBAHASAN
A.    Tafsir Surat Al-A’raaf Ayat 54

Lafal :
إنَّ ربَّكم الله الذى جلق السَّموت والأرض في ستِّة أيَّامٍ ثمَّ أسْتوى على العرش يغْشى الّيل النَّهار يطلبه، حثِيثًا والشَّمس والقمر والنُّجُو م مسخًّر تٍابأمره، ألا له ألخلقُ وألأمر، تبارك الله ربُّ العلمين  (54)
Artinya :
“Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu dia bersemayam diatas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan serta bintang-bintang tunduk kepada perintahn-Nya. Ingatlah, mencipta dan memerintah hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah Tuhan semesta alam.

Maksudnya :
Dalam ayat ini Allah menunjukkan kepada semuat umat manusia, tentang sifat-sifat yang sesungguhnya. Yaitu Allah Ta’ala memberitahukan bahwa Dia adalah pencipta alam semesta, yang mana alam semesta itu adalah alam samawi dan ardhi beserta segala isinya, dalam jangka waktu enam hari. Hal itu bukan hanya diberitahukan dalam satu ayat saja dalam Al-Qur’an, tetapi ada banyak. Enam hari itu adalah hari Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Jum’at. Pada hari itu semua makhluk diciptakan dan pada hari itu juga Allah menciptakan Nabi Adam. Para ulamah berikhtilaf mengenai hari-hari itu, apakah hari yang dimaksudnya itu sesuai dengan hari-hari yang kita rasain sekarang ini? Namun sesuai dengan pendapatnya Mujahid dan Imam Ahman bin Hanbal, menyatakan bahwa satu hari didunia sama artinya dengan seribu tahun di akhirat. Ini juga didukung oleh firman Allah dalam surah Al-Haj, yang artinya : “sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribuh tahun menurut perhitungan kamu. Dan pada hari sabtu tidak terjadi penciptaan, sebab ia merupakan hari ke tujuh. Hari ketujuh juga disebut sebagai sabat yang artinya itu adalah putus.
Adapun Firma Allah Ta’ala, “kemudian Dian bersemayam diatas ‘Arsy.” Sehubungan dengan persoalan ini terdapat banyak sekali pendapat. Ada yang enggan menafsirkannya dan mereka hanya mengatakan bahwa “hanya Allah SWT. yang mengetahui maknanya.” Imam Malik berusaha menjelaskan kata استوى  yang bersemayam ke makna majazi yaitu “berkuasa”, dan penggalan ayat ini menjelaskan bagaimana tentang kekuasaan Allah SWT. dalam mengendalikan alam raya ini. Dalam ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah itu juga tidak ada yang menyerupainya, ini sesuai dengan firmannya dalam surah Asy-Syura ayat 11, yang artinya : “tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha mendengar lagi Maha melihat. Imam Na’im ibnu Hammad Al-Khuza’i (gurunya Imam Bukhari), ia mengetakan bahwa barang siapa yang menyerupai Allah dengan makhluknya, kafirlah dia. Barang siapa yang ingkar kepada apa yang disifatkan oleh Allah terhadap zat-Nya sendiri, sesungguhnya dia telah kafir. Semua apa yang digambarkan oleh Allah SWT mengenai dirinya, juga apa yang digambarkan oleh Rasul-Nya bukanlah pengertian dalam arti menyerupainya.
Firman Allah Ta’ala, “Dia menutuupkan malam kepada siang yang menutupnya dengan cepat. Yakni menghilangkan kegelapan malam dengan cahaya siang hari, dan menghilangkan cahaya siang dengan gelapnya malam hari. Masing-masing dari keduanya mengikuti yang lain dengan cepat dan tidak terlambat. Maka, tidak akan kehilangan waktu sedikitpun sehingga yang satu menjadi mundur, bahkan apabila ia datang, maka yang itu pergi begitu pula sebaliknya. Ini diperteng dalam firman-Nya dalam surah yasin ayat 37 – 40. Dalam ayat 40 Allah berfirma “dan malam pun tidak dapat mendahulukan siang”. Ini artinya tidak akan terlambat darinya serta tidak akan ketelatan darrinya, bahkan yang satunya datang sesudah yang lainnya secara langsung tanpa ada jarak waktu pemisah diantara keduanya.
Karena itulah maka dalam ayat ini disebutkan dalam firman-Nya, “yang mengikutinya dengan cepat, dan (ciptaannya pula) matahari, bulan serta bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintahnya. Yakni, semuannya itu berada dibawah dominasi, penaklukan dan kehendak-Nya. Dengan kata lain, semuanya tunduk dibawah pengaturan-Nya dan tunduk dibawah kehendak-Nya.
Karena itu Allah berfirman, “ingatlah, mencipta dan memerintah hanyalah hak Allah. Yakni hanya Dialah yang berhak menguasai dan mengatur semuanya.
Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam. Firman-Nya ini sama dengan yang disebutkan dalam surah Al-Furqan ayat 61, hingga akhir ayat. Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Musanna, telah menceritakan kepada kami Ishaq, telah menceritakan kepada kami Hasyim Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah ibnu Walid, telah menceritakan kepada kami Abdul Gaffar ibnu Abdul Aziz Al-Ansari, dari Abdul Aziz Asy-Syami, dari ayahnya yang berpredikat sahabat, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda : “barang siapa yang tidak memuji Allah atas amal yang dikerjakannya, yaitu amal yang shalih; dan bahkan dia memuji dirinya sendiri, maka sesungguhnya ia telah ingkar dan amalnya telah diahapus. Dan abrang siapa yang menduga bahwa Allah telah menjadikan bagi hamba-hamba-Nya sesuatu dari urusan itu, berarti ia telah ingkar terhadap apa yang diturunkan oleh Allah kepada para Nabi-Nabi-Nya. Dikatakan demikian karena ada firman Allah yang mengatakan : “ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam.
Di dalam sebuah doa yang ma’sur dari Abu Darda dan telah diriwayatkan secara marfu’ disebutkan : “Ya Allah, bagi-Mu semua kekuasaan, dan bagi-Mu semua pujian, dan hanya kepada engkaulah semua urusan dikembalikan. Saya memohon kepada-Mu semua kebaikan, dan saya berlindung kepada-Mu dari semua kejahatan.



B.     Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 29

Lafal :
هو الذي خلق لكم ما في الأرض جميعًا ثمَّ استوى إلى اسَّماءِ فسوَّاهنَّ سبع سماواتٍ وهو بكلِّ شيءٍ عليمٌ (29)
Artinya :
“Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada dibumi untuk kalian dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.

Maksudnya :
Pada ayat ini sungguh sangatlah benar, bahwa Allah menjadikan apa-apa yang ada dalam bumi untukmu (hai kaum muslimin), yaitu seperti barang-barang yang dikeluarkan dari tanah, umpamanay : emas, perak, batu arang, minyak dan sebagainya. Oleh sebab itu, seharusnya kaum muslimin khususnya dan rakya Indonesia umumnya berusaha mengeluarkanhasil bumi Indonesia yang kaya raya, seperti tercantum kemakmuran bersama. Dan Allah menjadikan tujuh lapis langit, adapun yan g dimaksud dengan tujuh lapis langit adalah apa-apa yang ada diatas kepala kiat, seperti : awan, bintang-bintang, tempat peredarannya dan sebagainya.
Setelah Allah menyebutkan bukti dan keberadaan-Nya kepada makhluk-Nya melalui apa yang mereka saksikan sendiri pada diri mereka, lalu Dia menyebutkan bukti lain melalui apa yang mereka saksikan, yaitu penciptaan langit dan bumi. Untuk itu Allah berfirman, “Dialah Allah, yang menciptakan semua yang ada di bumi untuk kalian, dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Makna dari berkehendak atau bertujuan ke langit itu mengandung pengertian kedua lafadz tersebut, yakni berkehendak dan bertujuan. Kemudian “Dia Maha Mengetahui segala sesuatu, yakni pengetahuan-Nya meliputi semua makhluk yang telah Dia ciptakan. Pengertiannya sama dengan firman-Nya yang lain dalam surah Al-Mulk ayat 14, yang artinya : “Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kalian lahirkan dan yang kalian rahasiakan?). Rincian penjelasan ayat ini diterangkan dalam surah Fushshilat ayat 9 – 12.




BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan 

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa : Allah telah menciptakan alam semesta ini dengan segala kebesarannya, yang menguasai alam ini, mengaturnya dengan perintah-Nya ,mengendalikannya dengan kekuasaan-Nya. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat dalam putaran yang abadi ini. Yaitu, putaran malam mengikuti siang dalam peredaran planet ini. Dia menciptakan matahari, bulan dan bintang, yang semula tunduk kepada perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pencipta dan Tuhan sekalian alam.
Al-Qur’an telah menghubungkan semua pagelaran alam semesta dan seluruh getaran jiwa kepada akidah tauhid. Ia mengubah setiap kilatan sinar dalam lembaran alam semesta atau dalam batin manusia kepada sebuah dalil atau isyarat. Demikianlah alam semesta beserta segala isinya beralih rupa menjadi tempat pementasan ayat-ayat Allah yang dihiasi dengan keindahan oleh “tangan” kekuasaan dan bekas-bekasnya tampak nyata dalam setiap pagelaran dan pemandangan serta gambaran dan bayang-bayang didalamnya. Sehingga manusia diharuskan percaya dengan adanya alam semesta ini sebagai bukti dari kebesaran Tuhan.


B.     Saran 

Kami selaku pembuat makalah ini sangat membutuhkan yang namanya saran, supaya makalah selanjutnya yang kami buat tidak ada lagi yang namanya kesalaha. Setelah kami mendaptakan saran dari bapak dosen maupun teman Mahasiswa, kami akan berusa untuk tidak mengukangi kesalahan itu lagi.



DAFTAR PUSTAKA
Ar-Rifa’i, Nasib, Muhammad. 1989. Taisirul Al-Aliyyul Qadir li Ikhtishari Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 2. Riyadh. Maktabah Ma’arifat.
Yusuf, Mahmud. 2004. Tafsir Qur’an Karim, bahasa indonesia. Jakarta. PT. Hidayah Karya Agung.
Bahreisy, salim dan Bahreisy, Said. 2004. Terjemah Singkat Tafsir Ibnu Katsir, jilid 3. Surabaya. PT. Bina Ilmu.
Bersumber juga dari internet yang diakses, www.makna keberadaan alam dunia (diakses pada tangga 11 maret 2017, pada jam 09:30).
Bersumber juga dari Apliaksi di hp. Qur’an tafsir.




0 komentar:

Posting Komentar